Skip to content

MLM? Kenapa ga?

February 21, 2009

Rata2 dari setiap orang yang saya tanya, mau gabung dengan bisnis ini ga? Paling banyak menjawab, oo MLM yaa.. ga deh klo MLM mah..

Mungkin karena citra buruk yang melekat pada MLM, atau juga karena para pelaku MLM sendiri yang membuat MLM mempunyai citra buruk, atau mungkin juga karena mantan pelaku yang ga sukses di MLM kemudian rame2 menyalahkan MLM-nya..

Asumsi yang salah ini yang kemudian membuat orang menutup mata dengan bisnis MLM dan menganggap bisnis ini menjual mimpi.. Hey.. bukankah buat sukses orang perlu mimpi.. Tujuan orang berbisnis biasa *bukan MLM* tentunya mengejar mimpinya bukan? Ntah itu pengen punya rumah atau kebebasan financial dan masih punya waktu dengan keluarga. Intinya semua adalah pilihan masing2 individu, mau ikut bisnis yang mana.. Paling ga kita bisa membuka diri terhadap kesempatan yang datang dang a langsung memukul rata dan mencap MLM adalah bisnis yang jelek dan memandang sebelah mata pada pelaku MLM.

Hmm menurut saya, ga ada yang salah dengan bisnis MLM bahkan her world magazine edisi Januari menjadikan MLM hot jobs 2009 di urutan ke 6. Mengapa? Karena pada saat krisis ekonomi seperti ini, pertumbuhan Oriflame *salah satu perusahaan MLM yang ada di Indonesia* 40% dibanding tahun sebelumnya..

Sama seperti bisnis lainnya, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis MLM banyak hal yang harus dipertimbangkan..

Ini adalah beberapa diantaranya :

  • Pastikan MLM yang akan diikuti sudah terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI).
  • Pelajari sistemnya dengan seksama. MLM yang baik adalah yang mempunyai system yang adil dimana memberikan kesempatan yang sama buat anggotanya untuk maju dan tidak berdasarkan lamanya kita bergabung. Jadi sebagai downline kita punya kesempatan yang sama dengan upline kita untuk maju dan menghasilkan bonus yang lebih besar, tergantung siapa yang bekerja lebih keras, MLM juga tidak memberikan bonus atas keberhasilan kita merekrut anggota baru. Setiap up line sangat berkepentingan dengan meningkatnya kualitas dari para downlinenya, kesuksesan seorang Mitra Usaha dapat terjadi jika downlinenya sukses. Keberhasilan upline ikut ditentukan dari keberhasilan down line. Jangan terjebak dengan sistem piramida atau system lainnya yang hanya menguntungkan orang yang lebih dulu bergabung, alias downline yang kerja, upline yang untung. Seperti juga bisnis konvensional, MLM perlu kerja keras dan proses buat sukses. Ga ada yang kaya dalam waktu semalam, kecual menang undian kali yaa.. Perlu perjuangan dan komitmen untuk berhasil di bisnis apapun itu.
  • Produk atau layanan yang dijual jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
  • MLM mengadakan training2 rutin untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi anggotanya.

Pak Dwi menjelaskan dengan bahasa yang sederhana tentang MLM ini (nemu webnya Pak Dwi di blognya Lala.. thanks La) ini saya kutip sesuai yang dimuat diwebnya

Dibawah ini adalah obrolan fiksi, isinya rangkuman obrolan saya dengan banyak orang tentang MLM.

Teman : “Dwi. Saya nggak akan pernah ikutan bisnis MLM. Tahu nggak ? Di bisnis MLM itu sangatlah tidak fair. Orang yang lebih dulu masuk, bisa memeras sebanyak mungkin hasil kerja downline-nya. Sementara dia sendiri enak-enakan menerima hasilnya di atas. Downlinenya kerja matian-matian, sementara dia yang di atas lah yang menuai hasilnya. Tidak, saya nggak akan ikutan bisnis kejam seperti itu !”.

Dwi : “Wow..wow..wow…semangat banget sih. Wah. Ini baru luarbiasa. Saya senang ada satu pemikiran kritis tentang bisnis MLM. Yok, kita kupas sama-sama. Kalau memang MLM itu adalah industri yang ilegal dan tidak fair, saya akan keluar meninggalkan bisnis semacam itu. Okey ?. Kita diskusi yah ?”.

Teman : “Boleh aja, siapa takut ?”.

Dwi : “Kita bahas dulu bisnis konvensional yah ?. Nanti kita baru mencari persamaannya dengan bisnis MLM. Begini, katakan saja kamu mau menjadi agen distributor Teh Botol Sosro. Apa yang kamu lakukan ? Tentunya kamu harus punya modal untuk beli beberapa krat Teh Botol buat modal, lalu kamu cari tempat yang bagus. Katakan saja, kamu punya modal Rp 500.000 yang dapat 40 krat Teh Botol. Teh Botol ini kamu ambil di Agen Pusat kota kamu. Lokasi kamu sudah ada, yaitu di terminal Cililitan dan kamu mempekerjakan 2 orang anak remaja untuk mengedarkan Teh Botol.”

Teman : “Sampai disini jelas. Terusin deh”.

Dwi : “Setelah satu minggu, semua Teh Botol kamu habis. Kamu girang karena modal sudah kembali. Kamu sekarang beli lagi 80 Teh Botol dan mempekerjakan 4 orang remaja. Kira-kira ini mungkin nggak ?”

Teman : “Ya mungkin saja. Kenapa tidak ?”.

Dwi : “Apakah disini kamu lihat, bahwa semakin banyak kamu menjual Teh Botol, maka orang di Agen Pusat akan semakin kaya ?. Kamu yang kerja, orang lain yang untung. Kalau bulan depan kamu bisa jual 1000 krat Teh Botol seminggu, mungkin yang jadi Agen Pusat akan beli mobil baru ?. Sama saja khan dengan MLM ? Downline kerja tapi upline juga dapet untung ?. Kenapa di bisnis lain suatu ‘pengambilan untung’ di katakan wajar sementara di bisnis MLM tidak boleh ?”.

Teman : “Kok di bisnis lain juga ada sistem nggak fair sih ? Orang lain kerja, sementara ada yang lainnya ongkang-ongkang kaki mengambil untung”.

Dwi : “Bisnis itu tidak salah !. Itulah yang namanya bisnis distribusi barang. Kalau saya Agen Pusat teh botol, maka saya akan dapat keuntungan dari setiap Teh Botol yang kamu jual. Tapi kamu khan dapat untung juga dari tiap teh botol yang terjual ? Kamu juga enak lho, tidak perlu bikin pabrik Teh Botol dan keluar biaya iklan. Kamu cuma JUALAN teh botol saja !. Memang inilah bisnis distribusi”

Dwi : “Di bisnis MLM juga demikian. Malahan sistem di perusahaan MLM anggota APLI dibuat sedemikian ketat sehingga downline yang dibawah pun bisa menyaingi bonus dan jenjang upline diatasnya. Di Forever Young saya menyaingi jenjang dan bonus upline langsung saya. Sementara bonus saya juga dilampaui downline saya. Ini tergantung siapa yang kerja lebih keras”.

Teman : “Jadi ternyata di MLM, upline belum tentu bonus nya lebih besar dari downline yah ?”.

Dwi : “Benar, asalkan MLM itu adalah anggota APLI (asosiasi penjual langsung indonesia). Di dunia ini banyak aktivitas penggandaan uang dengan kedok sistem MLM. Namanya yang benar adalah skema piramida (Pyramid Scheme), di Malaysia disebut Skema Cepat Kaya. Disini memang upline akan selalu menerima bonus lebih tinggi dibanding downline. Yang ikut beginian cuma orang malas yang mimpi punya gaji besar tanpa kerja. Di MLM sejati kita dibayar untuk menciptakan pasar. Bisnis kita adalah pemasaran langsung dengan merekrut para pemasar (networker) agar produk MLM kita terjual dan ada omzet yang masuk.

Teman : “Bagaimana membedakan MLM asli dan palsu ?”.

Dwi : ” Cara paling aman adalah dengan mengikuti perusahaan MLM anggota APLI yang jumlahnya 33 buah itu. Sebab masyarakat awam tidak mampu membedakan MLM sejati yang
bekerja mendistribusikan produk, dengan MLM palsu yang melakukan arisan uang. MLM yang asli itu uang pendaftarannya murah, sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000, sementara MLM palsu bisa ratusan ribu. Kenapa ? Sebab di MLM asli, bonus
utama kita di dapat dari transaksi produk. Sementara di MLM palsu, uang pendaftaran itulah yang dipakai membayar bonus upline”.

Teman : “OK Dwi. Saya jelas sekarang. Kalau bisnis ini fair dan kerja keras, saya akan mau bergabung. Thanks buat informasinya”.

Dwi : “Sama-sama. Sukses !”.

Advertisements
6 Comments leave one →
  1. March 4, 2009 11:22 pm

    Kebanyakan orang hny mendengar nama MLM lalu langsung bilang “no & never”, mereka ga mencoba buka pikiran mereka dulu untuk mengupas lebih jauh tentang MLM yg sebenarnya. Andai misal menemukan di internet berita ttg MLM yg negatif2, kenapa ga cari informasi lebih jauh tentang positifnya. Padahal ga ada yg salah dgn MLM.. πŸ™‚

    • March 5, 2009 1:22 pm

      setuju mba Win!! Makasih dah mampir yaa..

  2. March 11, 2009 1:20 am

    Salam kenal…
    Saya support pendapat Anda tentang MLM, namun saya juga ingin menambahkan informasi lainnya, silahkan lanjut baca di http://dokternasir.web.id/bisnis-mlm/ dan http://dokternasir.web.id/10-tips-memilih-bisnis-mlm/
    Terima kasih

  3. April 2, 2009 1:29 am

    Salam kenal mba Ade,
    Postingannya yahuud sekali, menggigit gitu, bukan sekedar emosi tetapi benar-benar ditampilkan dengan rasional dan mudah difahami. Klo orang yang alergi ama MLM baca, mungkin dia jadi berubah pemikirannya.
    Sudi mampir keblogku ya mba…thanks…

Trackbacks

  1. MLM - Keuntungan bergabung « d’tipz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: